Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Hj. Mustaidah Syafrudin Noor, menghadiri Sosialisasi Antikorupsi sekaligus Launching Inovasi GAGATAS (Gerakan Keluarga Berintegritas) dan Sosialisasi Gerakan Keluarga Sadar Administrasi Kependudukan (Adminduk), yang dilaksanakan di Pendopo Bupati HSS, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Inspektorat Kabupaten HSS bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten HSS ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran keluarga dalam membangun budaya integritas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan.
Sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini, dimulai dari lingkungan keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum peluncuran inovasi GAGATAS yang digagas Inspektorat Kabupaten HSS sebagai gerakan bersama Tim Penggerak PKK dalam membangun budaya kejujuran, tanggung jawab, dan integritas di lingkungan keluarga.
Di sisi lain, melalui Gerakan Keluarga Sadar Adminduk, masyarakat didorong untuk semakin memahami pentingnya memiliki dan memperbarui dokumen kependudukan, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), serta akta kelahiran dan akta kematian.
Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat peran Pokja I TP PKK sebagai salah satu garda terdepan dalam pembinaan karakter keluarga, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai moral, etika, kejujuran, dan tanggung jawab di tengah masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten HSS Hj. Misnawati Suriani, Ketua Bidang II TP PKK Kabupaten HSS Ir. Hj. Elyani Yustika M.Noor, Inspektur Daerah Kabupaten HSS, Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten HSS, para narasumber, Ketua TP PKK Kecamatan, Desa dan Kelurahan se-Kabupaten HSS, serta seluruh peserta sosialisasi.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten HSS Hj. Mustaidah Syafrudin Noor menyambut baik pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan oleh Pokja I TP PKK Kabupaten HSS tersebut.Menurutnya, kegiatan ini memiliki pesan yang sangat penting karena membahas dua hal yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, yaitu membangun integritas dalam keluarga dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap administrasi kependudukan.
“Saya memandang peluncuran GAGATAS ini sebagai sebuah langkah yang baik. Keluarga adalah tempat pertama seorang anak belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, dan nilai-nilai kehidupan. Karena itu, membangun keluarga yang berintegritas berarti kita sedang mempersiapkan generasi dan masyarakat yang juga memiliki integritas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Gerakan Keluarga Sadar Adminduk juga memiliki peran yang tidak kalah penting. Administrasi kependudukan mungkin terlihat sebagai persoalan administratif yang sederhana, namun dokumen kependudukan merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
“Dokumen kependudukan menjadi dasar bagi masyarakat dalam memperoleh berbagai pelayanan dan memenuhi hak-haknya sebagai warga negara. Karena itu, kesadaran untuk memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan sesuai dengan kondisi sebenarnya perlu terus kita tingkatkan,” katanya.
Ia berharap para kader PKK dapat menjadi penggerak di tengah masyarakat dalam menyampaikan berbagai informasi dan mengajak keluarga untuk menerapkan nilai-nilai integritas serta tertib administrasi kependudukan.
“Tidak harus dengan sesuatu yang besar. Cukup dengan membantu mengingatkan keluarga di sekitar kita agar membiasakan diri untuk jujur, bertanggung jawab, tertib administrasi, serta memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Hj. Mustaidah mengajak seluruh peserta untuk tidak menjadikan kegiatan tersebut sekadar sebagai kegiatan sosialisasi dan peluncuran sebuah inovasi, tetapi menjadikannya sebagai langkah nyata yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita jadikan kegiatan hari ini bukan hanya sebagai kegiatan sosialisasi dan peluncuran sebuah inovasi. Yang lebih penting, mari kita bawa semangatnya ke rumah masing-masing dan ke lingkungan tempat kita berada. Dengan demikian, nilai-nilai integritas dan kesadaran administrasi kependudukan dapat benar-benar tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” pungkasnya.

